Friday, November 1, 2019

Kegiatan Dokumentasi Program Latihan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Organisasi

Pada pertengahan bulan Juli 2019, saya mendapatkan kehormatan dari Tim Teknik Pencak Silat Kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Organisasi (PSHO) periode 2019 - 2024 untuk membantu mereka mendokumentasikan seluruh materi/ program latihan dari perguruan pencak silat PSHO. Kesempatan ini tentunya tidak akan saya sia-siakan, karena pastinya akan banyak sekali ilmu baru yang akan saya peroleh selama proyek ini berlangsung.

Keseluruhan materi berjumlah sekitar 117 materi; yang terbagi ke dalam 5 (lima) tingkatan, yaitu Sabuk Putih, Sabuk Kuning, Sabuk Hijau, Sabuk Biru dan Sabuk Merah. Semua materi tersebut rencananya akan didokumentasikan dalam bentuk video dan buku teks. Proyek ini bertujuan untuk membakukan seluruh materi di perguruan pencak silat PSHO, dan tentunya produk yang akan dihasilkan nanti akan berfungsi sebagai sumber referensi bagi para anggota dan pelatih selama proses berlatih pencak silat. Produk ini juga merupakan solusi bagi permasalahan di lingkungan internal PSHO, di mana program/ materi latihan--terutama jurus-- belum tersosialisasi dengan baik ke daerah- daerah.




Alhamdulillah, sampai saat ini (1 November 2019) proses pengerjaan materi sudah selesai hingga Sabuk Biru, sehingga saat ini mulai masuk ke dalam materi Sabuk Merah.

Buku Teks Program Latihan PSHO Sabuk Putih, Kuning dan Hijau

Buku Teks Program Latihan PSHO Sabuk Biru
Seperti pada umumnya proyek- proyek lainnya--apapun itu-- kegiatan dokumentasi ini juga tidak jarang dihinggapi kendala- kendala, mulai dari minimnya sarana, prasarana hingga sumber dana untuk penunjang logistik. Tapi Alhamdulillah, satu persatu kendala tersebut dapat diatasi dengan baik. Untuk sumber dana, kami memilih untuk tidak mengajukan permohonan dana kepada PB SHO tapi bersumber dari dana pribadi serta bantuan donasi dari beberapa saudara seperguruan. Alasan utama kami tidak mengajukan permohonan dana kepada PB SHO adalah lebih kepada tidak ingin memberatkan organisasi atas proyek ini. Kami sangat meyakini bahwa pekerjaan ini dapat diselesaikan bukan oleh sebab uang tapi cukup dengan keinginan dan ketekunan untuk mau menyelesaikannya. Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Sdr. Endang Suryana dan Sdr. Muhammad Afid yang telah banyak membantu keperluan logistik selama proyek berlangsung, dan seluruh pihak yang terlibat yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu di sini.

Kita semua mengetahui bahwa Pencak Silat merupakan budaya Indonesia, melestarikannya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kegiatan yang telah kami lakukan ini secara makro dapat diartikan juga sebagai bentuk nyata dari usaha kami untuk turut serta dalam melestarikan budaya tersebut. Pencak Silat perlu/ wajib diwarisi kepada generasi berikutnya jangan sampai punah.

Setiap orang memiliki keahlian. Setiap cerita, pengalaman dan keahlian dapat ditularkan kepada orang lain lewat menulis. Sebuah tulisan, akan mampu meneruskan cerita, pengalaman dan keahlian seseorang melebihi usianya sendiri. Barangkali itulah yang dimaksud oleh Pramoedya Ananta Toer bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Dengan tulisan, Anda meneruskan sepenggal kisah hidup Anda kepada generasi selanjutnya.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” -Pramoedya Ananta Toer

No comments: