Sunday, November 16, 2008

Shaf & Posisi menentukan prestasi

Hari selasa, jadwal saya untuk kuliah di kampus D, Margonda. Huh..hari itu memang benar2 hari yang melelahkan. Sebenarnya sih, kalo di hari itu Ga ada Kuiz, saya lebih baik bobo dikosan BOLOS.

Waktu dzuhur sdh masuk, bareng- barenglah sholat Dzuhur berjama'ah di Masjid namanya g tau kampus D. Sayang sekali, masih banyak saudara- saudara kita yang tidak paham mengenai keutamaan merapatkan shaf- shaf didalam sholat.

Dari Anas bin malik menjelaskan, Rasululloh SAW bersabda :

"Luruskan shaf- shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menyempurnakan sholat". *

Dalam Hadits lain diriwayatkan, "Luruskan shaf- shafmu sesungguhnya shaf- shaf bagian dari sholat".**

----
Pukul 14:30 akhirnya waktu yang ditunggu- tunggu dateng jua, dimulailah Kuiz. Luar biasa sekali antusias para mahasiswa dan mahasiswi, mereka saling berebut tempat duduk di posisi paling belakang. Sambil sesekali, terdengar celetukan "Posisi menentukan Prestasi".

Kelas luar biasa ramainya, tak ubahnya seperti keadaan riuh di Pasar Tanah Abang menurut dosen bhs.Indonesia. Maklumlah, kelas saya ini jumlah mahasiswanya sangat banyak. Saking banyaknya, sampai- sampai ada beberapa mahasiswa yang harus rela duduk lesehan di lantai, karena tidak kebagian tpt duduk.

Semua mahasiswa terus- menerus menggeser bangkunya perlahan- lahan agar saling berdekatan dengan rekan disampingnya, sampai- sampai lengan mereka semua saling bersentuhan.

Alangkah indahnya, jika hal yang terjadi dikelas 4Ka13 pada saat kuiz, bisa terjadi juga saat mereka sholat berjamaah. Bukankah merapatkan shaf merupakan bagian dari kesempurnaan sholat ? atau kini sudah berubah menjadi : merapatkan barisan merupakan kesempurnaan saat kuiz ?


*Diriwayatkan oleh Muslim 950 kitab Shalat Bab meluruskan Barisan, Ahmad jilid III hlm. 177, Abu Dawud kitab Sholat 986 Bab Meluruskan Barisan dan Ibnu Majah Bab Sholat 993 Bab Mendirikan Shaf.
**Diriwayatkan oleh Al- Bukhori 723 kitab Adzan Bab Meluruskan shaf Bagian dari Kesempurnaan Sholat.

Skandal 2008 RC 2

Masih inget postingan gw sebelumnya ttg photo2 skandal 2008 ?
Jujur aja, sbnrnya ini cuma sekedar untuk seneng2 aja -Utk bahan cengan dikosan-. G ada niat untuk melukai hati siapapun. Toh, org2 yg ada di photo juga ga ngamuk kok :D


Sunday, November 2, 2008

Rakyat, Pemimpin & Sebuah Cermin

Setelah sekian lama –kurang lebih selama 3 tahun- tidak berkomunikasi dengan salah satu sahabat sewaktu SMA –Adiyat Riyadh- yang saat ini tinggal di kota Solo. Pagi hari tadi, pada pukul 03:47 dia SMS saya. Isi SMSnya seperti berikut :

Indonesia leads by Corrupt and Chaos. What next ?!

Sepertinya perkara korupsi di Indonesia ialah hal yang sangat sulit diberantas. Bahkan bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai sebuah “Lingkaran Setan”. Setelah membaca SMS beliau, saya jadi teringat dengan salah satu karya Bapak Quraish Shihab yang berjudul Lentera Hati. Di dalam buku tersebut, terdapat hal yang menerangkan bahwa Rosululloh Muhammad SAW, ialah manusia yang perkataannya terkenal karena singkat, padat, dan bermakna sangat dalam. Selain itu, Rosululloh SAW juga berkata- kata bukan berdasarkan mengikuti hawa nafsunya.

Salah satu perkataan Rosululloh SAW –yang dibahas pada buku tsb- ialah :
“Bagaimana keadaan kalian begitulah ditetapkan pemimpin atas kalian”.

Bapak Quraish shihab mengartikan perkataan Rosululloh tersebut dengan singkat, yaitu Pemimpin merupakan cerminan dari rakyatnya sendiri –bukankah sebelum menjadi pemimpin, Sang pemimpin juga menjadi rakyat ?-. Jadi, saya rasa jika para pemimpin kita berbuat hal yang demikian -korupsi-, rasa- rasanya kita tidak perlu mengedepankan amarah terlebih dahulu. Tetapi, berkaca dulu pada diri kita sendiri –sbg rakyat-.

Berapa banyak para Mahasiswa/i yang telah berbuat munafik & dzolim terhadap orang tuanya dengan melebihkan nilai uang semester yang telah di tetapkan oleh universitas ?

Berapa banyak Siswa/i yang telah berbuat munafik & dzolim terhadap orang tuanya dengan melebihkan nilai uang SPP, uang Buku yang telah ditetapkan oleh sekolah ?


Berapa banyak Mahasiswa/i yang telah berbuat tidak sedap dipandang mata –yg konon katanya sbg orang terdidik- saat berdemonstrasi ?

Berapa banyak Siswa yang mengedepankan hawa nafsunya, ketika “berperang” dengan sesama rekannya ?

Hemat saya, SMS sahabat saya tersebut dapat mengingatkan kita untuk selalu bercermin disetiap waktu. Mudah- mudahan dalam usaha kita untuk memperbaiki diri, diiringi juga dengan usaha PEMIMPIN cerminan diri kita untuk berubah menjadi lebih baik. Insya Alloh.
Amiin.

Mudah- mudahan tulisan yang sedikit ini, kiranya dapat bermanfaat. Jika ada kebenaran, semua itu datangnya dari Alloh SWT. Adapun jika ada kesalahan dalam tulisan ini, maka hal tersebut datangnya dari saya, yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan, melainkan hanya sedikit seperti tetesan air dari paruh seekor burung di lautan yang luas.

“Ibarat air susu yang dicampur dengan kotoran, maka semua orang akan merasa jijik. Untuk itu, cukup kebaikan saja yang ada pada diri kita”.
-Abdulloh Gymnastiar- Also known as AA GYM.

Wassalam.